Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan kerekan listrik tali kawat
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan kerekan listrik tali kawat
1. Pemeriksaan rutin
1.1 Periksa keausan dan kerusakan tali kawat
Tali kawat merupakan komponen kunci darikerekan listrik, dan keausan serta kerusakannya berhubungan langsung dengan keselamatan dan masa pakai peralatan. Sangat penting untuk memeriksa keausan dan kerusakan tali kawat secara berkala.
Tingkat keausan: Tali kawat akan mengalami keausan secara bertahap akibat gesekan selama penggunaan. Bila keausan pada permukaan tali kawat mencapai 10% dari diameternya, tali kawat harus diganti. Keausan akan menyebabkan kekuatan tali kawat menurun dan meningkatkan risiko putus. Misalnya, dalam kondisi sering mengangkat benda berat, gesekan antara tali kawat dan drum, katrol, dan komponen lainnya akan meningkat, dan laju keausan akan semakin cepat. Dengan mengukur diameter tali kawat secara teratur, tingkat keausannya dapat dinilai secara akurat.
Putusnya kawat: Putusnya kawat merupakan tanda penting kerusakan tali kawat. Jika jumlah kawat yang putus dalam satu panjang lay (yaitu, panjang satu lingkaran tali kawat) melebihi 10% dari jumlah total kawat, tali kawat harus segera diganti. Putusnya kawat tidak hanya akan mengurangi daya dukung tali kawat, tetapi juga dapat menyebabkan tali kawat tiba-tiba putus selama pengoperasian, yang menyebabkan kecelakaan keselamatan. Misalnya, selama proses pengangkatan, jika tali kawat mengalami benturan atau kelebihan beban secara tiba-tiba, mudah menyebabkan putusnya kawat. Memeriksa tali kawat secara teratur untuk mengetahui adanya kawat yang putus dapat menemukan potensi bahaya keselamatan secara tepat waktu.
Deformasi: Tali kawat dapat mengalami deformasi selama penggunaan, seperti tertekuk, bentuk bergelombang, distorsi berbentuk sangkar, dll. Deformasi ini akan memengaruhi penggunaan normal tali kawat dan mengurangi kinerjanya. Misalnya, tertekuk dapat merusak struktur internal tali kawat, yang mengakibatkan penurunan kekuatan dan fleksibilitasnya. Deformasi berbentuk gelombang akan memengaruhi kerja sama antara tali kawat dan drum serta katrol, serta meningkatkan keausan. Dengan memeriksa deformasi tali kawat secara teratur, Anda dapat mengambil tindakan tepat waktu untuk memperbaiki atau menggantinya guna memastikan pengoperasian peralatan yang aman.
Pelumasan: Pelumasan yang baik dapat mengurangi keausan tali kawat dan memperpanjang masa pakainya. Periksa pelumasan tali kawat secara teratur untuk memastikan bahwa terdapat lapisan minyak pelumas yang merata pada permukaannya. Jika permukaan tali kawat kering, minyak pelumas harus ditambahkan tepat waktu. Minyak pelumas tidak hanya dapat mengurangi gesekan antara tali kawat dan drum serta katrol, tetapi juga mencegah tali kawat berkarat. Misalnya, di lingkungan yang lembap, tali kawat lebih mudah berkarat. Pelumasan secara teratur dapat secara efektif mencegah karat dan melindungi kinerja tali kawat.
Frekuensi pemeriksaan: Tentukan frekuensi pemeriksaan yang wajar berdasarkan frekuensi penggunaan dan lingkungan kerja kerekan listrik. Untuk kerekan listrik yang sering digunakan, disarankan untuk melakukan pemeriksaan tampilan tali kawat seminggu sekali; untuk peralatan yang jarang digunakan, cukup memeriksanya sebulan sekali. Di lingkungan kerja yang keras, seperti suhu tinggi, kelembapan, dan debu tinggi, frekuensi pemeriksaan harus ditingkatkan dengan tepat. Misalnya, kerekan listrik yang digunakan di terminal pelabuhan rentan terhadap karat karena paparan angin laut yang lembap dalam jangka panjang, dan frekuensi pemeriksaan harus ditingkatkan dengan tepat.

2. Pembersihan dan pemeliharaan
2.1 Membersihkan tali kawat dan lingkungan sekitar
Membersihkan tali kawat dan lingkungan sekitarnya merupakan bagian penting dari pemeliharaan kerekan listrik tali kawat, yang sangat penting untuk memperpanjang umur peralatan dan memastikan pengoperasian yang aman.
Membersihkan tali kawat: Tali kawat akan terkontaminasi debu, minyak, serpihan logam, dan kotoran lainnya selama penggunaan. Kotoran ini akan meningkatkan keausan tali kawat dan mengurangi masa pakainya. Gunakan sikat lembut atau kain bersih untuk menghilangkan debu dan kotoran dari permukaan tali kawat, dan hindari penggunaan alat keras untuk menghindari kerusakan pada tali kawat. Untuk noda minyak yang sulit dihilangkan, dapat digunakan deterjen khusus untuk membersihkannya, tetapi perhatikan komposisi deterjen untuk menghindari korosi pada tali kawat. Setelah dibersihkan, kelembapan pada permukaan tali kawat harus segera dilap hingga kering untuk mencegah karat.
Bersihkan lingkungan sekitar: Lingkungan sekitar kerekan listrik juga akan memengaruhi pengoperasian dan perawatan peralatan. Bersihkan serpihan, debu, dan oli di sekitar kerekan listrik secara teratur untuk menjaga area kerja tetap bersih. Misalnya, dalam lingkungan produksi industri, debu dan oli dapat terkumpul pada motor, peredam, dan komponen lain kerekan listrik, yang memengaruhi pembuangan panas dan efek pelumasannya, lalu menyebabkan kegagalan peralatan. Dengan membersihkan lingkungan sekitar, erosi kotoran pada peralatan dapat dikurangi dan kemungkinan kegagalan dapat dikurangi.
Frekuensi pembersihan: Tentukan frekuensi pembersihan yang wajar berdasarkan lingkungan penggunaan dan intensitas kerja kerekan listrik. Dalam kondisi normal, disarankan untuk membersihkan tali kawat secara menyeluruh sebulan sekali; di lingkungan yang keras, seperti bengkel dengan lebih banyak debu, frekuensi pembersihan harus ditingkatkan menjadi seminggu sekali. Pada saat yang sama, pembersihan sederhana di sekitar kerekan listrik setelah setiap penggunaan dapat secara efektif mengurangi penumpukan kotoran.
Pemeriksaan setelah pembersihan: Setelah membersihkan tali kawat dan lingkungan sekitar, keausan, kerusakan, deformasi, dll. pada tali kawat harus diperiksa lagi, begitu pula status pengoperasian komponen lain dari kerekan listrik. Melalui kombinasi pembersihan dan pemeriksaan, potensi masalah dapat ditemukan dan ditangani tepat waktu untuk memastikan bahwa peralatan selalu dalam kondisi kerja yang baik.
3. Mencegah pembengkokan berlebihan
3.1 Gunakan perangkat pemandu untuk menjaga radius tekukan yang wajar
Pembengkokan yang berlebihan merupakan salah satu penyebab utama kerusakan akibat kelelahan pada tali kawat selama pengoperasian. Untuk mencegah pembengkokan yang berlebihan secara efektif, penting untuk menggunakan perangkat pemandu guna mempertahankan radius pembengkokan yang wajar.
Fungsi perangkat pemandu: Perangkat pemandu dapat memandu tali kawat agar berjalan di sepanjang jalur yang benar dan menghindari pembengkokan tali kawat yang tidak normal selama penggulungan dan pelepasan. Misalnya, dalam mekanisme pengangkatan kerekan listrik, katrol pemandu dapat memastikan bahwa sudut antara tali kawat dan drum dijaga dalam kisaran yang wajar, mengurangi gaya lateral dan tegangan pembengkokan tali kawat.
Penentuan radius tekuk yang wajar: Berdasarkan diameter dan struktur tali kawat, radius tekuk yang wajar tidak boleh kurang dari 20 kali diameter tali kawat. Misalnya, untuk tali kawat dengan diameter 10 mm, radius tekuk yang wajar tidak boleh kurang dari 200 mm. Radius tekuk yang terlalu kecil akan meningkatkan tegangan tekuk tali kawat, yang menyebabkan fraktur lelah serat di dalam tali kawat, sehingga memperpendek masa pakai tali kawat.
Pemasangan dan penyetelan perangkat pemandu: Perangkat pemandu harus dipasang pada posisi yang sesuai untuk memastikan tali kawat dapat lewat dengan lancar. Selama pemasangan, perlu dilakukan penyetelan yang tepat sesuai dengan struktur spesifik kerekan listrik dan arah tali kawat sehingga perangkat pemandu dan drum, katrol, dan komponen lainnya saling cocok. Misalnya, saat memasang katrol pemandu, harus dipastikan bahwa garis tengah katrol dan garis tengah drum berada pada bidang yang sama, dan jarak antara katrol dan drum memenuhi persyaratan desain.
Periksa perangkat pemandu secara berkala: Perangkat pemandu dapat aus, longgar, atau rusak selama penggunaan jangka panjang, yang memengaruhi efek pemandunya pada tali kawat. Oleh karena itu, perlu untuk memeriksa status pengoperasian perangkat pemandu secara berkala untuk mendeteksi dan memperbaiki potensi masalah secara tepat waktu. Misalnya, periksa apakah alur roda katrol pemandu sangat aus, apakah katrol berputar secara fleksibel, apakah baut pemasangan longgar, dll. Jika ditemukan masalah, komponen yang aus harus diganti tepat waktu atau perangkat pemandu harus disesuaikan kembali untuk memastikan pengoperasian normalnya.
Analisis kasus aktual: Di bengkel produksi sebuah pabrik, karena pemasangan perangkat pemandu kerekan listrik yang tidak tepat, tali kawat sering kali tertekuk berlebihan selama pengoperasian. Setelah diperiksa, ditemukan bahwa posisi katrol pemandu bergeser, menyebabkan sudut antara tali kawat dan drum menjadi terlalu besar. Setelah menyetel ulang posisi katrol pemandu untuk menjaga radius tekuk tali kawat dalam kisaran yang wajar, masa pakai tali kawat diperpanjang secara signifikan dan stabilitas pengoperasian peralatan juga ditingkatkan.
4. Pelumasan dan perawatan
4.1 Lumasi tali kawat secara teratur
Pelumasan tali kawat merupakan mata rantai utama dalam pekerjaan pemeliharaan, dan kondisi pelumasannya berhubungan langsung dengan masa pakai tali kawat dan efisiensi pengoperasian peralatan.
Pentingnya pelumasan: Pelumasan yang baik dapat mengurangi gesekan antara tali kawat dan drum serta katrol secara signifikan, sehingga mengurangi keausan. Misalnya, setelah sering digunakan, laju keausan tali kawat yang tidak dilumasi mungkin lebih dari 30% lebih cepat daripada tali kawat yang dilumasi dengan baik. Selain itu, pelumasan dapat mencegah tali kawat berkarat, terutama di lingkungan yang lembap atau korosif, di mana minyak pelumas dapat membentuk lapisan pelindung untuk mengisolasi kelembapan dan zat korosif.
Pemilihan pelumas: Pemilihan pelumas yang tepat sangat penting untuk perawatan tali kawat. Pelumas tali kawat khusus harus dipilih, yang biasanya memiliki sifat anti-aus, anti-korosi, dan anti-oksidasi yang baik. Misalnya, beberapa pelumas berkinerja tinggi dapat tetap stabil pada suhu ekstrem dan cocok untuk kerekan listrik dalam berbagai kondisi kerja. Hindari penggunaan oli motor atau mentega biasa, karena mungkin tidak memberikan perlindungan yang memadai dan bahkan dapat menyebabkan kotoran menumpuk di permukaan tali kawat.
Metode pelumasan: Saat melumasi tali kawat, alat pelumasan khusus seperti sikat pelumas atau penyemprot pelumas harus digunakan. Pertama, bersihkan permukaan tali kawat untuk menghilangkan debu dan noda oli lama. Kemudian, oleskan atau semprotkan pelumas secara merata untuk memastikan setiap bagian tali kawat terlapisi. Untuk tali kawat yang lebih panjang, pelumasan dapat dilakukan dalam beberapa bagian untuk memastikan efek pelumasan. Misalnya, selama proses pelumasan, tali kawat kerekan listrik dapat digerakkan perlahan ke atas dan ke bawah agar pelumas dapat meresap sepenuhnya ke serat internal tali kawat.
Frekuensi pelumasan: Tentukan frekuensi pelumasan yang wajar berdasarkan frekuensi penggunaan dan lingkungan kerja kerekan listrik. Dalam kondisi kerja normal, disarankan untuk melumasi tali kawat sebulan sekali; di lingkungan yang lembap, berdebu, atau sering digunakan, frekuensi pelumasan harus ditingkatkan menjadi dua minggu sekali. Misalnya, untuk kerekan listrik yang digunakan di lokasi konstruksi, karena sering mengangkat benda berat dan lingkungan yang keras, frekuensi pelumasan tali kawat harus ditingkatkan dengan tepat untuk memastikan kinerja dan keamanannya.
Pemeriksaan pasca-pelumasan: Setelah pelumasan, efek pelumasan tali kawat harus diperiksa untuk memastikan bahwa terdapat lapisan minyak pelumas yang merata pada permukaannya. Pada saat yang sama, periksa apakah pelumas mengalir ke celah antara drum dan katrol untuk menghindari kegagalan peralatan yang disebabkan oleh penumpukan pelumas. Misalnya, jika pelumas terlalu banyak, penumpukan oli dapat terbentuk pada drum, yang memengaruhi efek lilitan tali kawat. Pelumas yang berlebih harus dibersihkan tepat waktu.
5. Pemeriksaan sistem kelistrikan
5.1 Periksa kabel daya, pengontrol dan sakelar
Sistem kelistrikan kerekan listrik tali kawat merupakan bagian penting dari operasi normalnya. Pemeriksaan rutin komponen kelistrikan seperti kabel daya, pengontrol, dan sakelar sangat penting untuk memastikan keamanan dan keandalan peralatan.
Pemeriksaan kabel listrik:
Pemeriksaan penampilan: Periksa apakah kabel daya rusak, menua, retak, dll. Kerusakan pada lapisan insulasi kabel daya dapat menyebabkan kebocoran, kecelakaan sengatan listrik, atau kerusakan peralatan listrik. Misalnya, pada beberapa kerekan listrik yang telah digunakan dalam waktu lama, lapisan insulasi kabel daya dapat menua dan retak karena paparan jangka panjang terhadap lingkungan yang keras. Setelah kabel daya ditemukan rusak, kabel tersebut harus segera diganti untuk memastikan keamanan sistem kelistrikan.
Pemeriksaan sambungan: Periksa apakah sambungan antara kabel daya dan kerekan listrik kencang, dan apakah steker dan soket longgar atau kontaknya buruk. Sambungan yang longgar akan menyebabkan ketidakstabilan tegangan, memengaruhi pengoperasian normal kerekan listrik, dan bahkan dapat menimbulkan percikan api dan meningkatkan risiko kebakaran. Saat memeriksa, Anda dapat menarik kabel daya dengan hati-hati untuk melihat apakah ada tanda-tanda kelonggaran pada sambungan.
Inspeksi pengontrol:
Pemeriksaan tampilan: Periksa apakah cangkang luar pengontrol rusak atau berubah bentuk. Cangkang luar yang rusak dapat memengaruhi pembuangan panas normal pengontrol, menyebabkan panas berlebih dan kerusakan pada komponen internal pengontrol. Pada saat yang sama, periksa apakah tombol pengoperasian, pegangan, dan bagian lain pengontrol aus atau macet untuk memastikan fleksibilitas dan keandalan pengoperasian.
Pemeriksaan fungsional: Periksa apakah berbagai fungsi pengontrol berfungsi normal, termasuk mengangkat, menurunkan, menghentikan, gerakan ke kiri dan kanan, dll. Anda dapat mengoperasikan pengontrol untuk mengamati apakah tindakan aktual kerekan listrik sesuai dengan instruksi pengoperasian. Misalnya, saat memeriksa fungsi pengangkatan, tekan tombol pengangkatan untuk mengamati apakah kerekan listrik dapat mengangkat benda berat dengan lancar dan apakah kecepatan pengangkatan normal. Jika fungsi pengontrol ditemukan tidak normal, pengontrol harus diperbaiki atau diganti tepat waktu.
Pemeriksaan saklar:
Sakelar penghenti darurat: Sakelar penghenti darurat merupakan perangkat keselamatan penting pada kerekan listrik. Sakelar ini dapat dengan cepat memutus aliran listrik dan menghentikan peralatan dalam keadaan darurat. Periksa apakah sakelar penghenti darurat dapat berfungsi dengan normal. Setelah menekan sakelar, kerekan listrik harus segera berhenti beroperasi, dan setelah melepaskan sakelar, peralatan tidak dapat beroperasi kembali secara otomatis dan perlu dihidupkan ulang untuk melanjutkan pengoperasian.
Sakelar lainnya: Periksa apakah sakelar lain pada kerekan listrik, seperti sakelar daya, sakelar batas, dll., dapat berfungsi normal. Sakelar daya harus dapat memutus catu daya dengan andal, dan sakelar batas digunakan untuk membatasi jangkauan pengoperasian kerekan listrik guna mencegah peralatan beroperasi di luar jangkauan aman. Misalnya, saat memeriksa sakelar batas, Anda dapat mengoperasikan kerekan listrik secara manual untuk mendekati posisi batas dan mengamati apakah sakelar batas dapat memutus catu daya tepat waktu untuk menghentikan peralatan.
6. Perawatan transmisi
6.1 Pelumasan dan pemeriksaan transmisi
Transmisi merupakan bagian penting dari kerekan listrik tali kawat. Pelumasan dan pemeriksaannya memiliki dampak penting pada pengoperasian normal dan masa pakai peralatan.
Pentingnya pelumasan: Pelumasan transmisi dapat secara efektif mengurangi gesekan antara roda gigi, bantalan, dan komponen lainnya, mengurangi keausan, dan meningkatkan efisiensi transmisi. Misalnya, pelumasan yang baik dapat mengurangi tingkat keausan transmisi hingga sekitar 50%, sehingga memperpanjang masa pakainya. Pada saat yang sama, pelumasan juga dapat berperan dalam pembuangan panas dan pencegahan karat, memastikan bahwa transmisi dapat beroperasi secara normal dalam berbagai kondisi kerja.
Pemilihan pelumas: Pelumas khusus yang cocok untuk transmisi harus dipilih. Pelumas semacam itu biasanya memiliki viskositas yang baik, ketahanan aus, dan ketahanan oksidasi. Misalnya, untuk bagian transmisi roda gigi, oli roda gigi dengan viskositas yang sesuai harus dipilih untuk membentuk lapisan oli yang stabil dan mengurangi kontak langsung antar roda gigi. Untuk bagian bantalan, gemuk yang tahan suhu tinggi dan tahan aus dapat dipilih untuk memenuhi berbagai persyaratan kerjanya.
Metode pelumasan: Saat melumasi perangkat transmisi, Anda harus terlebih dahulu membersihkan permukaannya, menghilangkan oli lama dan kotoran, lalu melumasinya sesuai dengan titik pelumasan dan jumlah pelumasan yang ditentukan. Untuk bagian transmisi roda gigi, Anda dapat menggunakan pistol oli atau pot oli untuk menyuntikkan oli pelumas ke dalam kotak roda gigi untuk memastikan bahwa oli pelumas dapat menutupi seluruh permukaan roda gigi. Untuk bagian bantalan, Anda dapat menggunakan pistol gemuk untuk menyuntikkan gemuk ke dudukan bantalan sehingga gemuk terdistribusi secara merata di antara elemen bergulir dan sangkar bantalan. Misalnya, saat melumasi kotak roda gigi, Anda harus terlebih dahulu membuka port pengisian oli kotak roda gigi dan menuangkan oli pelumas ke dalam kotak roda gigi hingga oli pelumas mencapai garis level oli yang ditentukan.
Frekuensi pelumasan: Tentukan frekuensi pelumasan yang wajar berdasarkan frekuensi penggunaan dan lingkungan kerja kerekan listrik. Dalam kondisi kerja normal, disarankan untuk melumasi perangkat transmisi tiga bulan sekali; dalam penggunaan yang sering atau lingkungan yang keras, frekuensi pelumasan harus ditingkatkan menjadi sebulan sekali. Misalnya, untuk kerekan listrik yang digunakan di terminal pelabuhan, karena frekuensi penggunaannya yang tinggi dan lingkungan kerja yang keras, frekuensi pelumasan perangkat transmisi harus ditingkatkan dengan tepat untuk memastikan pengoperasiannya yang normal.
Isi pemeriksaan: Periksa secara berkala status pengoperasian perangkat transmisi, termasuk keausan roda gigi, suara pengoperasian, dan suhu bantalan, dll. Saat memeriksa roda gigi, amati apakah ada retakan, pengelupasan, atau keausan abnormal pada permukaan roda gigi. Jika keausan permukaan gigi roda gigi melebihi 15% dari ketebalannya, roda gigi perlu diganti. Saat memeriksa bantalan, Anda dapat menilai apakah bantalan beroperasi secara normal dengan mendengarkan suara dan mengukur suhunya. Misalnya, jika bantalan mengeluarkan suara abnormal atau suhunya terlalu tinggi, bantalan tersebut mungkin rusak dan perlu diperbaiki atau diganti tepat waktu.
Frekuensi pemeriksaan: Untuk frekuensi pemeriksaan perangkat transmisi, sebaiknya dilakukan pemeriksaan tampilan sebulan sekali dan pemeriksaan status operasi terperinci setiap tiga bulan sekali. Selama proses pemeriksaan, hasil pemeriksaan harus dicatat sehingga potensi masalah dapat ditemukan tepat waktu dan tindakan yang sesuai dapat diambil. Misalnya, lembar catatan pemeriksaan untuk perangkat transmisi dibuat untuk mencatat waktu, isi pemeriksaan, dan masalah yang ditemukan pada setiap pemeriksaan, sehingga memudahkan pelacakan dan analisis pengoperasian perangkat transmisi.
7. Spesifikasi operasi dan keselamatan
7.1 Patuhi prosedur pengoperasian secara ketat
Spesifikasi pengoperasian kerekan listrik tali kawat merupakan kunci untuk memastikan pengoperasian peralatan yang aman dan memperpanjang masa pakainya. Operator harus benar-benar mematuhi prosedur pengoperasian untuk menghindari kecelakaan keselamatan dan kerusakan peralatan yang disebabkan oleh pengoperasian yang tidak tepat.
Kualifikasi operator: Personel yang mengoperasikan kerekan tali kawat listrik harus menjalani pelatihan profesional dan memperoleh sertifikat kualifikasi operator yang sesuai. Konten pelatihan harus mencakup prinsip dasar peralatan, prosedur pengoperasian, tindakan pencegahan keselamatan, dan tindakan tanggap darurat. Misalnya, saat melatih operator, perusahaan menggabungkan penjelasan teoritis dengan operasi praktis untuk memungkinkan operator menguasai metode pengoperasian kerekan listrik yang benar, sehingga secara efektif mengurangi risiko kecelakaan keselamatan yang disebabkan oleh pengoperasian yang tidak tepat.
Pemeriksaan pra-operasi: Sebelum menggunakan kerekan listrik tali kawat setiap kali, operator harus melakukan pemeriksaan peralatan secara terperinci. Isi pemeriksaan meliputi keausan, kerusakan kawat, dan deformasi tali kawat, apakah kabel daya, pengontrol, dan sakelar sistem kelistrikan dalam keadaan normal, serta status pelumasan dan pengoperasian perangkat transmisi. Misalnya, sebelum menggunakan kerekan listrik setiap kali, operator pabrik akan memeriksa setiap komponen peralatan satu per satu sesuai dengan daftar periksa untuk memastikan bahwa peralatan dalam kondisi kerja yang baik sebelum memulai operasi.
Tindakan pencegahan selama pengoperasian:
Pengoperasian yang lancar: Saat mengangkat dan menurunkan benda berat, operator harus beroperasi dengan lancar untuk menghindari start dan stop yang tiba-tiba. Kecepatan yang berlebihan dan pengereman yang tiba-tiba akan menghasilkan gaya benturan yang besar pada tali kawat dan perangkat transmisi, yang mengakibatkan masalah seperti putusnya tali kawat dan kerusakan perangkat transmisi. Misalnya, saat mengangkat benda berat, operator kerekan listrik di lokasi konstruksi secara perlahan mempercepat dan memperlambat agar benda berat tersebut naik dan turun dengan lancar, yang secara efektif mengurangi kerusakan akibat benturan pada peralatan.
Hindari kelebihan muatan: Patuhi dengan ketat beban terukur peralatan dan larang dengan tegas kelebihan muatan. Kelebihan muatan akan meningkatkan tegangan tali kawat, menyebabkannya melampaui rentang tegangan yang diizinkan, mengakibatkan tali kawat putus, dan juga akan menyebabkan kerusakan serius pada komponen seperti perangkat transmisi dan motor. Misalnya, ketika sebuah perusahaan menggunakan kerekan listrik, perusahaan tersebut memasang pembatas kelebihan muatan pada peralatan. Ketika beban melebihi nilai terukur, peralatan secara otomatis berhenti beroperasi, yang secara efektif mencegah terjadinya kecelakaan kelebihan muatan.
Jaga jarak aman: Selama pengoperasian, peralatan harus dijaga pada jarak aman dari personel dan benda di sekitarnya. Hindari benturan antara benda berat dan benda di sekitarnya selama pengoperasian, yang dapat menyebabkan cedera diri atau kerusakan peralatan. Misalnya, di bengkel produksi sebuah pabrik, saat operator mengoperasikan kerekan listrik, ia selalu memperhatikan lingkungan sekitar untuk memastikan lintasan benda berat tidak terhalang dan menghindari benturan dengan peralatan dan personel lain.
Pemeriksaan dan pemeliharaan pascaoperasi: Setelah operasi selesai, peralatan harus diperiksa dan dirawat. Matikan daya, bersihkan debu dan kotoran di permukaan peralatan, periksa pelumasan tali kawat, dan lumasi ulang jika perlu. Pada saat yang sama, catat pengoperasian peralatan dan hasil pemeriksaan untuk memberikan dasar bagi pemeliharaan dan pengelolaan peralatan. Misalnya, setelah setiap operasi, operator perusahaan tertentu akan membersihkan dan memeriksa kerekan listrik, dan mencatat hasil pemeriksaan dalam lembar catatan pemeliharaan peralatan untuk memudahkan pelacakan dan analisis pengoperasian peralatan.








